Showing posts with label Sperma Pria. Show all posts
Showing posts with label Sperma Pria. Show all posts

Tuesday, November 4, 2014

6 Kiat Tingkatkan Kualitas Sperma


Anda ingin meningkatkan peluang memiliki anak atau hanya sekadar ingin ejakulasi dengan tingkat sperma dan air mani yang tinggi? Sperma yang banyak merupakan satu tanda sistem reproduksi yang sehat.

Tidak diragukan memiliki air mani dan sperma yang lebih banyak menghasilkan orgasme lebih lama, termasuk meningkatnya hasrat seks. Jika Anda ingin menyirami pasangan dengan cinta sekaligus menjadi seorang calon ayah, inilah beberapa tips untuk memperbaiki dan meningkatkan jumlah sperma:

Berhenti merokok

Jika Anda seorang perokok saat ini, berhentilah. Selain menyebabkan napas tak sedap, merokok juga dapat memengaruhi jumlah sperma. Penelitian menujukan perokok memiliki jumlah sperma lebih kecil dibanding pria yang tidak merokok.

Hindari memakai celana ketat dan panas

Testis perlu memiliki suhu lebih sejuk dibanding bagian tubuh lain karena itu memakai celana dalam atau celana panjang ketat akan mengakibatkan suhu di sekitarnya panas. Sedapat mungkin usahakan tidak mengenakan celana dalam sewaktu tidur untuk menjaga suhu tetap sejuk.

Mulailah makanan makanan yang tepat
Diyakini atau tidak, pola makan akan memengaruhi produksi sperma. Cobalah makan makanan rendah lemak, berprotein tinggi, sayuran dan seluruh jenis padi-padian yang baik bagi kesehatan.

Kurangi hubungan intim dan masturbasi
Banyak pria mengeluhkan air mani mereka sedikit dan encer. Semakin banyak ejakulasi, semakin berkurang kekentalalan air mani tersebut. Jika Anda melakukan hubungan intim setiap hari atau lebih buruk lagi masturbasi akan berpengaruh pada jumlah sperma dan kekentalan air mani itu sendiri.

Kurangi alkohol
Alkohol dapat memengaruhi fungsi liver yang pada gilirannya menyebabkan peningkatan tingkat estrogen. Jumlah estrogen yang tinggi dalam tubuh akan memengaruhi produksi sperma. Sebaiknya hentikan minum alkohol mulai saat ini apabila Anda tidak ingin kehilangan jumlah produksi sperma.

Mencoba suplemen alami
Obat-obatan buatan pabrikan mungkin bisa menghalangi produksi sperma, sementara suplemen alami diyakini dapat meningkatkan produksi sperma, seperti L-carnitine yang ditemukan dalam daging merah. Selain itu, susu merupakan asam amino alami yang dapat meningkatkan produksi sperma.

Folic acid atau asam folat ketika digabung dengan seng dapat meningkatkan produksi sperma, L-arginine yang ditemukan dalam kacang-kacangan, telur, daging, dan wijen juga memiliki khasiat yang sama, termasuk vitamin E dan selenium yang dapat memperbaiki kecepatan dan konsentrasi sperma.
(Sumber :Tabloid Gaya Hidup Sehat, Kompas, Jumat, 6 Juni 2014)

Agar Sperma Makin Joss

Sebuah penelitian yang dipublikasi akhir-akhir ini di Jurnal Fertilitas dan Sterilitas menemukan bahwa pria yang mengonsumsi antioksidan (zat aktif yang banyak didapat dari buah dan sayur) memiliki kualitas sperma lebih baik entah gerak, volume ejakulasi, maupun konsentrasi spermanya dibanding mereka yang kerap mengonsumsi daging dan produk susu penuh lemak.

Antioksidan sudah sejak lama dikatakan sebagai zat yang bermanfaat dalam memperlambat proses penuaan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, melindungi tubuh dari paparan radikal bebas yang mampu merusak sel tubuh sehingga terlindung dari penyakit seperti kanker, artritis, parkinson, dan alzheimer. Dan sekarang dikatakan juga bermanfaat dalam memperkuat sperma

Riset yang dikerjakan oleh beberapa universitas di Spanyol ini meneliti 61 pria, 30 memiliki sperma yang buruk kualtiasnya, 31 bersemen normal. Mereka diberi kesempatan untuk mengonsumsi 93 jenis makanan yang berbeda dan tidak diperkenankan mengonsumsi vitamin/suplemen selama penelitian ini.

Pria yang bersemen normal ternyata diketahui adalah mereka yang mengonsumsi makanan kaya serat, karbohidrat, antioksidan, kaya asam folat, vitamin C, dan licopen dibanding yang semennya buruk.

Kalau begitu, agar meningkat kualitas spermanya, para pria perlu mengonsumsi banyak makanan yang mengandung antioksidan, dong? Ya, jawab Jaime Mendiola, kepala riset dan pengajar di University of Murcia.

Lalu, apa sumber antioksidan yang paling baik? Carrie Bloxson, konsultan gizi dari  New York menyatakan agar sebaiknya Anda mengonsumsi suplemen gizi yang origin dan bukan penggantinya. "Saya juga rekomendasikan agar Anda megnonsumsi makanan aslinya daripada suplemen sintentik sehingga tubuh tidak perlu memroses bahan kimia yang dibawanya."

Bloxson merekomendasikan seperangkat zat peningkat mutu sperma pada makanan seperti:
    * Asam Folat : bayam, asparagus, dan kacang-kacangan lentil.
    * Vitamin C : brokoli, jeruk, stroberi.
    * Likopen : tomat, semangka, anggur. (Sumber: LiveScience, Kompas,Senin, 21/9/2014)

Awas, Sperma Rusak karena Rokok

Kasus ketidaksuburan pada pria lebih banyak ditemukan pada perokok. Salah satu penyebabnya diduga adalah karena rokok mengganggu kemampuan sperma dalam membuahi sel telur. Demikian menurut penelitian yang dilakukan tim peneliti dari Universitas Buffalo, Amerika Serikat.

Dalam risetnya, peneliti membandingkan sperma dari 18 perokok dan bukan perokok. Dalam pemeriksaan di laboratorium diketahui bahwa sperma para perokok kurang bisa menempel pada sel telur, padahal ini merupakan langkah penting dalam pembuahan.

"Terjadi penurunan kemampuan sperma untuk membuahi, khususnya pada pria perokok berat," kata peneliti Lani Burkman PhD. Pria perokok juga harus mewaspadai risiko kerusakan DNA pada sperma yang berpengaruh pada cacat janin. "Pria yang perokok sebaiknya memeriksakan spermanya pada dokter andrologi atau langsung berhenti merokok," katanya.

Dalam penelitian tersebut, seluruh responden dalam kelompok perokok terbiasa merokok empat batang dalam sehari. Rata-rata mereka sudah menjadi perokok lebih dari 15 tahun.

"Seperti sel lainnya dalam tubuh, sperma manusia juga membawa reseptor dari nikotin, yang berarti mereka mengenali dan merespons pada nikotin," kata Burkman.

Nikotin dari rokok juga bisa mengurangi jumlah sperma dan menurunkan aliran darah ke penis yang bisa menyebabkan impotensi. Pada studi sebelumnya di laboratorium, sperma yang terpapar nikotin mengalami berbagai jenis perubahan yang sangat memengaruhi fungsi reproduksi.(Sumber : WebMD, Kompas, Senin, 31 Mei 2014)

Biar Sperma Sehat


Bernie Zilbergeld, PhD, sex therapist dan pengarang buku The New Male Sexuality menyebutkan, sering kali kegagalan mendapatkan buah hati bukan karena kesalahan si wanita atau prianya yang kurang pandai bercinta, melainkan karena kondisi sperma yang kurang sehat. Karena itu, meski agak sulit untuk mengetahui apakah sperma sehat atau tidak, setidaknya beberapa hal berikut ini bisa membantu kita untuk menjaga agar sperma tetap berkualitas.

1. Berhentilah merokok

2. Berhentilah minum alkohol berlebihan

3. Jangan menggunakan celana dalam terlalu ketat. Carilah yang sedikit longgar dan hindari mandi dengan air terlalu panas supaya testikel Anda tetap dingin.

4. Tetap asup multivitamin sebagai antioksidan misalnya vitamin C, E, dan betakaroten. Bisa juga dengan banyak mengasup buah dan sayuran. Baik juga bila Anda minum multivitamin yang mengandung zinc sebanyak 20 mg setiap hari.

5. Hindari stres yang berkepanjangan. Sisihkan waktu Anda untuk bermeditasi, menyendiri, dan menikmati hidup Anda sendiri tanpa ada gangguan apa pun, entah itu musik, film, televisi, dan lain-lain.

6. Yakinkan diri bahwa minuman yang Anda asup aman terhadap berbagai bahan kimia yang bisa meracuni tubuh. Batasi asupan minuman ringan.

7. Batasi makanan berlemak. Jangan berlebihan mengasupnya tanpa imbangan serat.(Kompas,Kamis, 28/5/2014 )

Berapa Lama Sperma Bertahan Hidup?

Sel sperma dihasilkan oleh buah zakar atau testis. Bila kualitas sperma baik, maka peluangnya untuk membuahi sel telur dan menghasilkan kehamilan akan semakin besar. Ketika seorang pria mengalami ejakulasi dan mengeluarkan sperma, berapa lama sperma ini bisa bertahan hidup?

Jawabannya tergantung pada banyak faktor, namun yang terpenting adalah di mana sperma itu berada. Pada permukaan yang kering seperti di baju atau sprei, sel sperma akan langsung mati begitu cairan mani (semen) kering.

Sedangkan di air, seperti di kolam hangat atau bath tub, usia hidup si sperma bisa lebih lama lagi karena mereka bisa bertahan di lingkungan yang hangat atau basah. Akan tetapi kemungkinan sel sperma ini berenang dan masuk ke saluran reproduksi wanita sangatlah kecil.

Sementara itu di dalam tubuh wanita, sperma bisa hidup hingga lima hari tergantung pada kondisi tertentu, seperti keasaman vagina. Karena itu meski hubungan seks tanpa kontrasepsi dilakukan bukan dalam masa subur, kemungkinan hamil tetap ada selama sel sperma masih hidup.
(Sumber :WebMD.com, Kompas, Jumat, 17 September 2014)

Cara Gampang Perbaiki Kualitas Sperma

MEMPERBAIKI kesuburan khususnya pada pria seringkali menuntut pertolongan seorang  spesialis urologi atau endokrinologi reproduksi.  Setelah menguji kualitas sperma Anda, mungkin  saja Anda dianjurkan meminum obat penyubur atau menjalani terapi-terapi teknologi tinggi.

Akan tetapi ada beberapa cara alami yang dapat Anda coba. Untuk memperbesar peluang mendapatkan seorang anak. Inilah beberapa langkah mudah memperbaiki kualitas sperma.

Redakan stres Anda.
Walaupun dokter belum tahu mengapa stres yang berlebihan dapat mengurangi hitungan sperma, mempraktikkan teknik-teknik meredakan stres seperti biofeedback atau relaksasi otot progresif bisa ada gunanya. Usahakan gairah Anda memuncak. Pria yang sangat terangsang ketika sedang bersanggama memancarkan semen lebih banyak dan menghasilkan sperma lebih kuat. Usahakan agar percumbuan atau foreplay Anda berlangsung sekurangnya 20 menit.

Tambah asupan vitamin C Anda.
Kekurangan vitamin C bisa menyebabkan sperma menggumpal, dan kasus ini mencapai 16 persen di antara semua pria yang mandul. Dan beberapa studi telah menunjukkan bahwa suplemen vitamin C setiap hari ternyata meningkatkan kesuburan di kalangan pria perokok. Vitamin C adalah antioksidan yang membuat membran-membran sel menjadi stabil dan ini bermanfaat baik bagi sperma. Buah-buahan seperti jeruk, mangga, semangka, strawberi dan sayuran seperti brokoli, tomat, dan kecambah adalah makanan yang kaya dengan vitamin C.

Atur jadwal.
Hindari hubungan intim selama dua hingga lima hari sebelum pasangan Anda menurut dugaan akan mengalami ovulasi. Ini akan meningkatkan hitungan sperma, dan persentase sperma sehat yang akan Anda pancarkan bisa lebih tinggi.

Jangan berolahraga berlebihan.
Orang yang berolahraga secara berlebihan bisa mengurangi hitungan sperma mereka karena suhu yang meningkat di sekitar testis selama kegiatan yang sangat mengerahkan tenaga. Dalam sebuah studi di AS, para peneliti menemukan bahwa para pelari yang berlatih lebih dari 90 kilometer per minggu mempunyai hitungan sperma lebih rendah dan sel-sel sperma kurang matang daripada pria berlari kurang dari 50 kilometer per minggu. Namun, latihan aerobik yang takarannya sedang seperti berjalan cepat atau berenang, tiga kali seminggu, masing-masing selama 20 menit, tidak akan mempengaruhi produksi sperma

Pakai celana bokser.
Walaupun mungkin tidak seefektif yang diyakini oleh sebagian orang, mengganti celana dalam ketat dengan celana bokser atau celana kolor mungkin dapat menaikkan hitungan sperma Anda, pasalnya testis Anda akan lebih sejuk.

Turunkan berat beberapa kilogram.

Apabila Anda kelebihan berat badan, menurunkan berat beberapa kilogram mungkin meningkatkan kesuburan Anda. Apabila Anda kelebihan berat badan, jaringan lemak dapat membungkus testis Anda, menaikkan temperatur disitu dan membunuh sperma di dalamnya

Turunkan suhu mandi sauna.

Duduk di kamar mandi sauna atau bak air hangat, atau mandi air hangat biasa pada suhu lebih dari peratur tubuh untuk periode yang terlalu lama dapat menurunkan produksi sperma . Jangan menghabiskan waktu lebih dari 15 menit sehari di bak air hangat atau sauna, dan Uahakan agar suhunya tidak lebih dari 36,5 derajat celcius.

Cermati antibiotika yang Anda minum.
Walaupun antibiotika bcgitu berperan dalam kemandulan, ada beberapa jenis yang bukti mempengaruhi mutu sperma dengan menurunkan hitungan sperma dan kelincahan gerak sperma, atau kemampuan "berenang" sperma. Yang tergolong kelompok ini adalah nitrofuran, contohnya nitrofurazone, dan macrolides, misalnya eritromisin. 

Simpan pelumas Anda.
Jeli atau bahan pelumas lain mungkin  hubungan intim lebih lancar, tetapi bahan ini dapat mengurangi kelincahan sperma, belum lagi kalau mengandung spermisida.

Berhenti merokok.
Jika Anda merokok, peluang Anda untuk menjadi  seorang ayah terbang bersama asap rokok.  Merokok tampaknya mempunyai kaitan dengan lamban dan rendahnya hitungan-sperma dan selain itu, penelitian menemukan bahwa keguguran meningkat 64 persen apabila kedua pasangan merokok atau bahkan meskipun hanya sang pria yang merokok. Batasi minum alkohol. Alkohol berlebihan dapat menurunkan hitungan sperma.

Hindari obat terlarang.
Pemakaian mariyuana dan obat-obat terlarang lain selama jangka panjang berakibat menurunnya hitungan sperma dan tidak normalnya pola perkembangan sperma. (Kompas,Selasa, 4/3/2014)

Folat Rendah Sperma Payah

MANFAAT folat bagi wanita dalam mencegah kelainan bawaan pada bayi sudah dikenal luas. Riset terbaru menyatakan, folat juga penting bagi kesehatan sperma.
Pria dengan kadar folat rendah akan memiliki risiko lebih tinggi untuk memproduksi sperma dengan kromosom terlalu sedikit atau terlalu banyak, menurut para peneliti di the University of California, Berkeley, AS. Defisiensi ini dapat menyebabkan lahirnya bayi dengan kelainan.

Folat merupakan keluarga vitamin B dan ditemukan dalam sayuran hijau, buah, dan kacang-kacangan.“Kami meneliti sperma untuk menemukan berbagai hal yang berbeda berkaitan dengan abnormalitas genetik,” kata ketua peneliti, Brenda Eskenazi, profesor maternal yang juga Direktur the Center for Children’s Environmental Health at Berkeley’s Scholl of Public Health. 

Normalnya sperma manusia berisi 23 pasang kromosom. Dalam kondisi abnormal ada kromosom yang tidak memiliki pasangan, ada yang punya pasangan lebih dari satu.Jika telur normal dibuahi oleh satu dari sperma abnormal itu, bisa terjadi kelainan, misalnya sindroma down. “Bisa juga keguguran,” ujar Eskenazi.

Para peneliti menganalisis sperma dari 89 pria sehat. Kepada responden ditanyakan tentang konsumsi harian akan zinc, folat, betakaroten, vitamin C dan E.
Ditemukan bahwa pada pria dengan asupan folat tinggi (722-1.150 mikrogram per hari), kejadian sperma abnormal terlihat rendah. Penemuan itu dilaporkan dalam jurnal Human Reproduction. (Kompas,Rabu, 4/6/2014)

Folat Bikin Sperma OK!

BAGI Anda para lelaki, memiliki kualitas sperma yang prima hukumnya adalah wajib khususnya mereka yang tengah dalam program memiliki keturunan. Guna menjaga dan meningkatkan kualitas cairan tubuh berisi sel-sel ini, ada baiknya Anda mencoba meningkatkan konsumsi makanan yang kaya akan kandungan folat.

Petunjuk akan pentingnya kandungan folat bagi kualitas sperma diungkapkan sebuah studi yang dilakukan ahli dari Universitas California, Berkeley Amerika Serikat.  Riset yang juga dipublikasikan jurnal Human Reproduction ini menyimpulkan bahwa diet yang kaya folat akan melindungi para pria dari abnormalitas sperma serta menghindarkan lahirnya anak-anak yang mengalami penyimpangan genetika.

Riset yang dipimpin Profesor Brenda Eskenazi ini berhasil menemukan  indikasi bahwa konsumsi makanan yang kaya folat berkaitan dengan minimnya kadar sperma yang mengalami aneuploidi atau kesalahan jumlah kromosom.

Diperkirakan sekitar 4 persen dari sperma para pria sehat terdapat sel-sel yang mengalami aneuploidi atau membawa terlalu banyak jumlah kromosom atau bahkan terlalu sedikit.  Kelainan ini dapat menyebabkan kegagalan proses kehamilan, keguguran atau pun lahirnya anak dengan kondisi seperti Down Syndrome, Turner Syndrome dan Klinelfelter Sydrom.  Namun begitu, alasan mengapa spema ini dapat termutasi dalam cara seperti itu belum dapat dipahami benar oleh para ahli.

Dalam risetnya, Berkeley dan timnya menganalisa sampel sperma dari 89 pria sehat yang bukan perokok.  Partisipan ditanya soal asupan sejumlah vitamin dan mineral seperti seng, folat, vitamin C, vitamin E dan beta karoten. Asupan folat yang diperoleh para partisipan berasal dari makanan yang mereka konsumsi serta dalam bentuk sintetis  yakni suplementasi asam folat. Folat, yang selama ini dikenal melindungi bayi dari kecacatan lahir, banyak ditemukan pada sayur-sayuran berdaun hijau, buah-buahan serta biji-bijian.

Dari hasil riset tampak bahwa secara statistik terdapat kaitan signifikan antara asupan folat dengan rendahnya aneuploidi sperma.  Pria yang paling banyak mengonsumsi  folat - antara 722 hingga 1150 mikrogram sehari - tercatat memiliki 20-30 persen lebih rendah jumlah sperma yang mengalami aneuploidi di bandingkan pria yang asupan folatnya kurang.

Peneliti menekankan bahwa riset ini belum dapat membuktikan folat memiliki dampak atau pengaruh langsung terhadap kualitas sperma, melainkan semata-mata hanya menunjukkan adanya hubungan antara keduanya.  Mereka juga menyatakan pentingnya riset lebih lanjut untuk meneliti faktor penyebab serta pengaruhnya.

Walau demikian, Profesor Brenda Eskenazi berpesan bahwa meski pentingnya nutrisi bagi para wanita dalam reproduksi telah dikenal luas,  namun peran nutrisi pria juga memiliki arti penting.

"Dalam beberapa riset sebelumnya,  kami dan peneliti lain telah mengindikasikan bahwa asupan nutrisi mikro dapat memberi kontribusi terhadap suksesnya kehamilan dengan cara memperbaiki kualitas sperma.  Riset ini adalah adalah yang pertama menunjukkan bahwa diet para suami memainkan peran penting," terang Prof. Eskenazi.

Ia juga menambahkan, kalaupun riset ini diakui, rekomendasi asupan folat per hari bagi pria hingga 400 mikrogram seharusnya direvisi, khususnya bagi mereka yang tengah dalam program memiliki anak.  Hal ini penting guna menurunkan risiko abnormalitas kromosom pada anak-anak yang kelak mereka miliki. (Sumber: BBC , Kompas, Kamis, 20/3/2014)

Gandarusa, Bikin Sperma Loyo


UPAYA untuk menciptakan alat kontrasepsi pria alternatif dari ekstrak daun Gandarusa (Gendarussa vulgaris Ness) tampaknya masih belum bisa diwujudkan dalam waktu dekat.   Penelitian tentang potensi tumbuhan ini masih terus dilakukan oleh para ahli di Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya, dan baru memasuki riset tahap kedua.

"Risetnya baru memasuki tahap dua, jadi saya kira masih lama untuk bisa dirilis sebagai alat atau obat kontrasepsi," ungkap Kepala Badan Koordinasi Keluaga Berencana Nasional (BKKBN), Dr Sugiri Sjarief dalam temu pers Memperingati Hari Kontrasepsi Se-dunia di Jakarta, Kamis (23/10).

Gandarusa, terang Sugiri, diyakini memiliki potensi menjadi pilihan bagi pria selain dua jenis kontrasepsi yang ada saat ini yakni kondom dan vasektomi. Penelitian Gandarusa mendapat dukungan BKKBN karena efeknya yang mampu mempengaruhi kemampuan sperma pria.

Gandarusa diyakni mampu mempengaruhi produksi enzim hialuronidase dalam sperma laki-laki. Enzim inilah yang berfungsi melunakkan dinding sel telur sehingga sperma dapat menembus sel telur wanita untuk proses pembuahan.

Efek Gandarusa terhadap penurunan aktivitas hialuronidase sebelumnya telah diteliti  pada spermatozoa mencit. Penurunan aktivitas hialuronidase yang timbul akibat pemberian ekstrak gandarusa membuat sperma tidak mampu menembus sel telur.

"Nah bentuk kontrasepsinya ini yang masih dalam penelitian, apakah nantinya yang lebih efektif dalam bentuk pil, suntikan, apa mungkin susuk. Penelitian tahap dua baru sebatas menemukan konstelasi antara pengaruh ekstrak terhadap sperma," ungkapnya.

Untuk penemuan lain tentang adanya obat atau zat lain yang berpotensi menjadi kontrasepsi pria lainnya, Sugiri  menyatakan BKKBN sejauh masih belum menerima informasi baru. "Untuk riset-riset yang lain belum ada.  Belum ada yang memberi harapan baru," tandasnya.(Kompas,Kamis, 23/10/2014)

Kedelai Kurangi Jumlah Sperma?



Jumlah sperma ikut menentukan kualitas kesuburan seorang pria. Seorang pria dianggap subur bila ia memiliki lebih dari 20 juta sperma per milimeter cairan mani. Agar kuantitas sperma tetap terjaga, sebaiknya calon ayah mengurangi konsumsi kedelai.

Penelitian yang dilakukan terhadap 99 pria yang bermasalah dengan kesuburan menunjukkan, mereka yang mengonsumsi makanan berbahan kedelai setiap hari, mengalami penurunan jumlah sperma.

Hal tersebut disebabkan karena senyawa kimia yang disebut isoflavon yang ada di dalam kedelai. Isoflavon mirip dengan hormon estrogen. Meningkatnya jumlah estrogen akan membuat persentase lemak tubuh meningkat (itu sebabnya wanita memiliki lemak tubuh lebih tinggi). Padahal, berat badan berlebih akan menyebabkan berkurangnya kesuburan.

Selain itu, kedelai juga diketahui bisa mengurangi penyerapan zinc oleh tubuh. Bagi pria yang sedang merencanakan kehamilan, zinc sangat dibutuhkan untuk meningkatkan jumlah sperma dan kadar hormon testoteron.

Kendati demikian, bukan berarti semua makanan berbahan kedelai harus dihindari. Yang penting adalah menjaga agar jumlah kedelai yang dikonsumsi tidak berlebihan. Pasalnya, sejumlah studi yang meneliti kaitan antara kedelai dan kesuburan menunjukkan penurunan jumlah sperma bila kedelai yang dikonsumsi berlebihan.

Sebagai contoh, dalam sebuah studi terhadap mencit menunjukkan, konsumsi kedelai dalam jumlah rendah (sekitar 2mg/kg berat badan) selama 90 hari, tidak menyebabkan pengurangan sperma. Baru setelah dosisnya ditambah menjadi 20 mg/kg atau 100 mg/kg, terjadi pengurangan.

Untunglah kadar kedelai dalam makanan tidak terlalu tinggi. Sebagai contoh 1 cangkir susu kedelai mengandung 30 mg, 1/2 cup kacang kedelai mengandung 47 mg, tempe sekitar 37 mg, serta tahu 20 mg. Jadi, bila berat Anda kira-kira 79 kilogram, maka pengurangan jumlah sperma baru terjadi bila Anda mengonsumsi sektiar 1.600 - 8.000 miligram kedelai.

(Sumber: askmen, Kompas, Senin, 7/9/2014)

Makin Tua Usia, Sperma Makin Tak Berkualitas

SETIAP pria bakal infertil saat usianya mencapai 60 jika faktor-faktor penyebabnya tak segera ditangani. Demikian peringatan yang diberikan para ahli.

Dr. Fernando Marina dari Spanyol mengklaim, bahan-bahan kimia buatan manusia seperti pestisida, daging dan plastik sangat berpengaruh atas menurunnya kadar hormon pria. Mereka semua merusak dan menurunkan kualitas hormon.

Sejumlah sperma sehat yang diteliti dikatakan, rata-rata akan menurun kualitasnya dari 63 persen hingga 42 persen dalam tiga puluh tahun. "Ini masalah sangat serius," jelas Marina.

(Sumber: The Sun, Kompas, Selasa, 10/3/2014)

Masalah pada Sperma Pria

Betapa pentingnya fungsi sperma dalam sebuah proses kehamilan. Sehingga, kelainan pada sperma dapat mengakibatkan terganggunya fungsi reproduksi pria. Kasus-kasus yang banyak terjadi pada pria adalah:

* Jumlah Sperma

Cairan yang dikeluarkan pria pada saat ejakulasi sewaktu senggama disebut cairan semen. Volume normal cairan semen sekitar 2-5 ml. "Cairan semen ini berwarna putih mutiara dan berbau khas langu dengan pH 7-8," papar dr. Bowo. Nah, volume cairan semen dianggap rendah secara abnormal jika kurang dari 1,5 ml. Volume semen melebihi 5 ml juga dianggap abnormal.

Dalam cairan semen inilah jumlah spermatozoa merupakan penentu keberhasilan memperoleh keturunan. Yang normal, jumlah spermatozoanya sekitar 20 juta/ml. Pada pria ditemukan kasus spermatozoa yang kurang (oligozoospermia) atau bahkan tak ditemukan sel sperma sama sekali (azoospermia).

Kecuali sel-sel spermatozoa, dalam cairan semen ini terdapat zat-zat lain yang berasal dari kelenjar-kelenjar sekitar reproduksi pria. Zat-zat itu berfungsi menyuplai makanan dan mempertahankan kualitas spermatozoa sehingga bisa bertahan hidup sampai masuk ke dalam saluran reproduksi wanita.

* Kelainan Bentuk (Morfologi).

Sperma yang normal berbentuk seperti kecebong. Terdiri dari kepala, tubuh, dan ekor. Kelainan seperti kepala kecil atau tak memiliki ekor akan mempengaruhi pergerakan sperma. Ini tentu saja akan mempersulit sel sperma mencapai sel telur.

* Pergerakan Lemah

Untuk mencapai sel telur, sel sperma harus mampu melakukan perjalanan panjang. Ini pun menjadi penentu terjadinya pembuahan. Jumlah sel sperma yang cukup, jika tak dibarengi pergerakan yang normal, membuat sel sperma tak akan mencapai sel telur. Sebaliknya, kendati jumlahnya sedikit namun pergerakannya cepat, bisa mencapai sel telur.

Kasus lemahnya pergerakan sperma (asthenozoospermia) kerap dijumpai. Adakalanya malah spermatozoa mati (necrozoospermia). Gerakan spermatozoa dibagi dalam 4 kategori:
a. Bergerak cepat dan maju lurus
b. Bergerak lambat dan sulit maju lurus
c. Tak bergerak maju (bergerak di tempat)
d. Tak bergerak.

Sperma dikatakan normal bila memiliki gerakan normal dengan kategori a lebih besar atau sama dengan 25% atau kategori b lebih besar atau sama dengan 50%.

Spermatozoa yang normal satu sama lain terpisah dan bergerak sesuai arahnya masing-masing. Dalam keadaan tertentu, spermatozoa abnormal bergerombol, berikatan satu sama lain, dan tak bergerak. "Keadaan tersebut dikatakan terjadi aglutinasi," jelas Tri Bowo. Aglutinasi dapat terjadi karena terjadi kelainan imunologis di mana sel telur menolak sel sperma.

* Cairan Semen Terlalu Kental

Cairan semen yang terlalu kental mengakibatkan sel sperma sulit bergerak. Pembuahan pun jadi sulit karena sel sperma tak berhasil mencapai sel telur. Pada kasus normal, saat diejakulasikan, cairan semen dalam bentuk yang kental akan mencair (liquifaksi) antara 15-60 menit.

* Saluran Tersumbat
Saat ejakulasi, sperma keluar dari testis menuju penis melalui saluran yang sangat halus. Jika saluran-saluran itu tersumbat, maka sperma tak bisa keluar. Umumnya hal ini disebabkan trauma pada benturan. Bisa juga karena kurang menjaga kebersihan alat kelamin sehingga menyuburkan kehidupan virus atau bakteri.

* Kerusakan Testis

Testis dapat rusak karena virus dan berbagai infeksi, seperti gondongan, gonorrhea, sifilis, dan sebagainya. Untuk diketahui, testis merupakan pabrik sperma. Dengan demikian kesehatannya harus dijaga. Soalnya, testis yang sehat akan menghasilkan sperma yang baik secara kualitas dan kuantitas.

Testis ini sangat sensitif. Mudah sekali dipengaruhi oleh faktor-faktor luar. Jika testis terganggu, produksi sperma bisa terganggu. Mungkin saat berhubungan, pria tetap mengeluarkan sperma. Hanya saja tanpa sel sperma (azoospermia).(Kompas,Rabu, 19/5/2014)

Mencari Sperma Kualitas Unggul

sperma unggul
Para ilmuwan berhasil menciptakan metode tes sederhana untuk membedakan sperma yang sehat dengan sperma yang memiliki kerusakan DNA. Keakuratan tes ini diklaim mencapai 99 persen.


Metode tes tersebut menggunakan senyawa kimia yang ditemukan dalam membran sel telur manusia yang disebut hyaluronic acid. Cara ini telah mendapat persetujuan dari FDA (badan obat dan makanan AS) dan bisa meningkatkan peluang pembuahan pada bayi tabung hingga 30 persen.

Selama ini metode tes kesuburan pada pria hanya fokus pada jumlah sperma dan bagaimana pergerakannya. Padahal, menurut Gabor Huszar, peneliti senior dari Yale Medical School, dalam proses pembuahan alami, sel telur dan sperma sama-sama membentuk struktur di permukaan yang disebut reseptor yang penting untuk keberhasilan pelekatan.

"Sel telur dan sperma memilih satu sama lain," kata Huszar, peneliti bidang kandungan dan reproduksi. Namun, dalam metode pembuahan bayi tabung, dokter akan memilih sel sperma lalu menyuntikkan satu sel sperma pada sel telur di bawah mikroskop.

Bila hanya fokus pada jumlah dan pergerakan sperma, akan sulit bagi dokter untuk mengetahui mana sperma yang berpeluang besar membuahi sel telur atau sperma yang DNA-nya bagus. Lagi pula, menurut Huszar, memilih sperma yang berkualitas rendah bisa berisiko terjadinya keguguran atau gangguan perkembangan pada janin.

Huszar dan timnya berhasil menemukan cara untuk membedakan kualitas sel sperma menggunakan senyawa yang disebut hyaluronic acid. Asam ini adalah komponen yang sangat penting di membran sekitar sel telur dan sperma menuju ke sana, meski tidak semuanya berhasil.

Dalam pengujian menggunakan hyaluronic acid terhadap sperma 50 pria, tampak jelas perbedaan warna sperma yang berkualitas unggul dan sperma yang jelek. Sperma yang bagus menempel pada hyaluronic acid dan secara alamiah dipilih oleh sel telur.(Sumber : LiveScience.com, Kompas,Jumat, 4 Juni 2014)

Metode Baru Pembekuan Sperma

Para ilmuwan dari Cile mengumumkan keberhasilan melakukan teknik terbaru membekukan sperma secara cepat yang disebut dengan metode vitrifikasi. Hal ini membuka peluang bagi pria dengan jumlah sperma sedikit atau pengidap HIV positif untuk memiliki keturunan.

Karena dibekukan secara cepat, kemampuan sperma untuk berenang menuju sel telur menjadi lebih efisien dibandingkan dengan teknik pembekuan sperma konvensional. Dengan teknik pembekuan sperma yang saat ini banyak dipakai, kemampuan aktivitas sperma hanya bisa dipertahankan 30-40 persen. Dengan metode vitrifikasi, aktivitasnya meningkat menjadi 80 persen.

Sebenarnya vitrifikasi bukanlah hal baru dalam dunia kedokteran. Metode ini sudah dipakai untuk membekukan sel telur dan embrio sehingga bisa dipakai kemudian dalam teknik bayi tabung. Ketika dicairkan, ternyata kebanyakan sel telur dan embrio lebih bertahan dengan vitrifikasi dibandingkan teknik pembekuan lambat.

Ternyata ketika metode ini dipakai untuk membekukan sperma, angka keberhasilannya cukup tinggi. "Hasil riset menunjukkan, aktivitas sperma bisa dijaga lewat vitrifikasi sehingga kemungkinan pria yang memiliki jumlah sperma sedikit untuk punya anak lebih besar," kata Profesor Raul Sanches dari La Frontera University, Cile.

Walaupun metode ini berpeluang dipakai untuk pria pengidap HIV positif untuk memiliki anak yang sehat tanpa khawatir akan tertular virus, tetapi para ilmuwan masih akan melakukan penelitian lebih dalam untuk memastikan apakah residu virus HIV tidak akan tertinggal dalam sperma.(Sumber :daily mail, Kompas,Rabu, 15 September 2014)

ML Tiap Hari Bikin Sperma Sehat

Perdebatan mengenai perlu tidaknya seorang pria puasa bercinta selama beberapa hari sebelum melakukan pembuahan pada masa subur akhirnya terjawab. Menurut studi terbaru yang dilakukan oleh dr David Greening dari pusat In Vitro Fertilisation Australia, menyarankan agar hubungan seks dilalukan setiap hari untuk meningkatkan kesuburan.

Greening meneliti 118 pria yang rata-rata mengalami kerusakan DNA sperma. Ternyata setelah para pria tersebut berhubungan seks dan ejakulasi setiap hari berturut-turut dalam seminggu, kualitas sperma mereka meningkat.

Secara umum, indeks kerusakan DNA sperma terjadi pada 26-34 persen pria, demikian menurut Greening yang dilaporkan dalam pertemuan European Society of Human Reproduction and Embryology di Amsterdam, Belanda.

Menurut Greening, frekuensi ejakulasi yang teratur setiap hari berpengaruh pada kualitas sperma. Hal ini terjadi karena risiko sperma terkena molekul perusak yang ada dalam saluran testis menjadi berkurang.

Hubungan seks setiap hari memang bisa mengurangi volume semen, tetapi pada kebanyakan pria hal ini bukanlah masalah. "Bisa disimpulkan bahwa pasangan yang kadar semennya relatif normal sebaiknya berhubungan seks setiap hari seminggu sebelum masa subur agar pembuahan sukses," kata Greening.(Kompas,Rabu, 1/7/2014)

Sunday, November 2, 2014

Periksa Sperma, Kapan Diperlukan?

SPERMA adalah indikator penting kesuburan pria.  Kualitasnya juga akan menentukan peluang memiliki keturunan.  Bila seorang pria dewasa hidup normal dan mampu membuat istrinya hamil, kecurigaan terhadap kualitas spermanya mungkin tak pernah terlintas.

Akan tetapi, bila pria telah menikah bertahun-tahun dan tak juga membuat sang istri hamil, kecurigaan itu pasti muncul dan kebutuhan akan pemeriksaan sperma pun menjadi hal mendesak. Kebutuhan pemeriksaan juga tidak semata-mata pada soal menghasilkan keturunan, namun dapat pula dipicu oleh faktor lain.

Nah, apa sebenarnya yang membuat pria perlu  memeriksakan spermanya.  Berikut penjelasan Dr Indra C Anwar SpOG, spesialis kesuburan dari Bunda International Clinic (BIC) Jakarta kepada kompas.com.

- Pemeriksaan pra nikah. Sebelum menikah,  tes sperma atau sperma analisa (spermiogram) dapat dilakukan khususnya bagi mereka yang ingin langsung mempunyai keturunan. Pemeriksaan sperma sebaiknya dilakukan di klinik kesuburan agar hasilnya bisa dipercaya, minimal terstandarisasi.

- Istri tidak juga hamil setelah 12 bulan. Bila seseorang dapat melakukan hubungan seksual secara teratur, namun sang istri tak kunjung hamil dalam jangka waktu rata-rata 12 bulan, tentu bisa diduga ada masalah pada kesuburan. "Dalam  masalah kesuburan, tidak hanya istri saja yang harus diperiksa. Suami juga harus mau melakukan pemeriksaan bersama," ungkap Dr. Indra.

-Ada yang salah dari fisik sperma.  Menurut Dr. Indra, pria juga bisa mempertimbangkan pemeriksaan sperma bila ada yang mencurigakan dari fisik sperma seperti volume dan kekentalannya. "Pria normal sedikitnya mengeluarkan air mani sebanyak 2 hingga 5 cc ketika  ejakulasi.  Bila kurang dari itu, tentu pria harus bertanya-tanya dan berkonsultasi.  Konsistensi kekentalan sperma juga harus diperhatikan,  bila encer terus seperti air tentu harus diperiksakan ke dokter," jelasnya.

- Riwayat penyakit, cedera atau operasi.  Hal lain yang membuat perlu memeriksakan sperma adalah bila Anda memiliki riwayat penyakit atau mengalami hal-hal yang kemungkinan bisa mengganggu kualitas sperma sebelum menikah atau masa kecil.

"Misalnya pernah terinfeksi virus mums atau gondongan, atau buah zakarnya dulu pernah cedera atau dioperasi karena spermanya tidak keluar atau operasi hernia. "Hal ini tentu justru membuat pria harus lebih cepat memeriksakannya. Tidak perlu menunggu hingga satu tahun dulu,"  tegas Indra.

- Pola dan gaya hidup tidak sehat.  Pemeriksaan sperma juga patut dipertimbangkan kalau Anda menjalani gaya hidup tidak sehat yang dapat menimbulkan kelainan atau menurunkan kualitas sperma.  "Mereka yang rentan terhadap kelainan atau memburuknya kualitas sperma seperti pengguna narkoba, perokok berat, peminum alkohol berlebihan atau pun  penderita obesitas," tandas spesialis lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.(Kompas,Rabu, 7/5/2014)

Ponsel Pengaruhi Kualitas Sperma?



Dampak negatif dari radiasi telepon selular kembali mendapat sorotan.  Kali ini,  sebuah riset mengklaim penggunaan ponsel yang berlebihan dapat mempengaruhi kualitas sperma.

Kaitan penggunaan ponsel dan kualitas sperma diungkap oleh para ahli melalui riset pendahuluan di Cleveland Clinic, Amerika Serikat. Dengan melibatkan 361pasien klinik, peneliti menemukan bahwa semakin lama pria menggunakan ponsel setiap hari, semakin menurun jumlah sel sperma dan semakin besar pula prosentase jumlah sperma abnormal.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Fertility and Sterility ini merupakan fakta lain yang mempertanyakan dampak potensial penggunaan ponsel atau alat-alat nirkabel terhadap kesehatan. Beberapa riset sebelumnya kerap menghubungkan radiasi ponsel dengan timbulnya gangguan kesehatan seperti penyakit susah tidur atau tumor otak.  Walau begitu, ada pula riset lainnya yang tidak menemukan hubungan ponsel dengan problem kesehatan.

Yang menjadi kekhawatiran selama ini adalah energi gelombang elektromagnetik yang dipancarkan ponsel secara teoretis dapat mempengaruhi sel-sel tubuh.  Apalagi juga digunakan dalam waktu lama, ponsel dikhawatirkan mengganggu jaringan dengan cara merusak  DNA.

Tetapi temuan para ahli di Cleveland ini tidak memberikan bukti bahwa radiasi ponsel dapat merusak sperma. "Hasil penelitian kami menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara penggunaan ponsel dengan penurunan kualita semen. Namun begitu, ini tidak membuktikan adanya hubungan sebab akibat," ungkap pimpinan riset, Dr Ashok Agarwal.

Dalam penelitiannya, Agarwal beserta tim meneliti sampel semen dari 361 pria yang mengunjungi klinik infertilitas selama sekitar setahun.  Peneliti juga mengadakan semacam kuisioner kepada seluruh partisipan untuk menanyakan soal kebiasaan menggunakan ponsel.

Secara umum, peneliti menemukan bahwa jumlah dan kualitas sel sperma cenderung menurun seiring meningkatnya jumlah waktu penggunaan ponsel. Pria yang dalam kuisioner mengaku menggunakan ponsel rata-rata empat jam sehari tercatat memiliki rata-rata jumlah sel sperma terendah serta jumlah sel normal/aktif terendah.

"Kami mengasumsikan dari hasil penelitian ini bahwa penggunan ponsel yang berlebihan berhubungan dengan rendahnya kualitas semen," kata Agarwal.  Tetapi apakah ponsel dapat secara langsung mempengaruhi kesuburan pria masih belum jelas.

Agarwal mengatakan, timnya juga saat ini tengah melakukan dua riset lanjutan untuk mempertegas asumsi tersebut. Pada riset pertama, peneliti  menyinari sampel semen dengan radiasi elektromagnetik dari  ponsel untuk melihat dan mengetahui dampak apa yang akan terjadi.

Sedangkan pada riset kedua,  peneliti akan meneruskan riset awal dengan melibatkan jumlah pria yang lebih banyak. Menurut Agarwal, riset ini juga akan memperhitungkan faktor lain yang akan mempengaruhi seperti gaya hidup (lifestyle) serta risiko yang berhubungan dengan pekerjaan yang dapat mempengaruhi kualitas sperma. (Sumber: REUTERS ,Kompas, Jumat, 8/2/2014)

Saturday, November 1, 2014

Sperma Pria Tampan Lebih Joss!

PRIA tampan dikatakan mempunyai sperma paling bagus kualitasnya. Demikian sebuah penelitian mengungkapkan hal ini. Para peneliti menunjukkan bahwa pria-pria yang sangat sehat secara fisik, memiliki sperma yang bergerak cepat, paling menarik minat bagi para wanita.

Sejak lama, karakteristik wajah seseorang menjadi indikator bagi kesehatan orang tersebut. Namun, kali ini secara langsung kualitas reproduksi seseorang dikaitkan dengan karakteristik wajahnya, jelas para ilmuwan.

Maria Sancho-Navarro, seorang anggota tim di Universitas Valencia, Spanyol mengatakan bahwa wajah simetris kebanyakan sangat menarik bagi para wanita. Sementara penelitian lain menunjukkan bahwa mereka yang memiliki fitur wajah lebih simetris jarang sekali menderita sakit.

Para peneliti ini menyelidiki sekitar 66 pria dari Valencia. Mereka menunjukkan foto-foto para pria ini dari sisi depan maupun samping kepada 66 wanita yang bakal menilai mereka, mana yang lebih menarik bagi para wanita ini. Sementara, kualitas semen ini diukur seturut pedoman yang dibuat badan kesehatan dunia WHO (World Health Organization).

Motilitas dan Morfologi
Di bagian kedua penelitian, 12 pria dari kelompok pria yang memiliki semen baik, normal, dan jelek diseleksi dan foto-foto mereka diperlihatkan pada dua kelompok wanita.

Persepsi para wanita atas pria yang tampan berkorespondensi pada kualitas sperma yang baik (baik dari segi motilitas -kemampuan bergerak secara spontan, maupun morfologinya-bentuk) di kedua kelompok. Meski begitu, tidak ada kaitan antara ketertarikan para wanita dengan konsentrasi sperma.

Meski faktor-faktor lain seperti status sosial dan ekonomi mempengaruhi pilihan akhir atas pasangan, kata para ilmuwan, para wanita ini memperhitungkan soal kesehatan dan kemampuan pria berperan sebagai bapak atas anak-anak mereka.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa para wanita dapat mengenali fungsi reproduksi pria apakah fit atau tidak berdasar penampilan wajah saja," kata para peneliti ini menyimpulkan.

Sebuah penelitian terpisah yang dilakukan oleh para peneliti di Inggris mengungkapkan bahwa para wanita yang memiliki suara yang paling memikat biasanya memiliki wajah yang memikat pula.

Sarah Collins dan Caroline Missing, dari University of Nottingham, merekam suara 30 wanita muda untuk diperdengarkan ke para pria yang kemudian melihat foto-foto mereka. Pilihan para pria ini membuktikan bahwa wajah menarik terkait dengan suara yang menarik pula.

(Sumber : Evolution and Human Behavior (vol 24, p 199), Kompas,Senin, 19/5/2014)

Sperma Ternyata Punya "Hidung"

Mau tahu bagaimana sperma bisa menemukan telur yang siap dibuahi di dalam rahim? Suatu penelitian yang dilakukan oleh Dr. Marc Spehr dari Rohr University Bochum di Jerman berhasil mengenali suatu pencium bau pada permukaan sperma.

Diketahui, pencium bau ini bertugas menggerakkan sperma ke arah sumber aroma tertentu. Mekanisme ini menyiratkan bahwa sperma tergantung pada indra penciuman untuk menemukan telur yang siap dibuahi.

Begitu penjelasan peneliti seperti dilaporkan Science pada akhir Maret lalu. Diharapkan, pengkajian lebih jauh tentang proses ini suatu hari akan bermanfaat bagi periset untuk membuat alat kontrasepsi alternatif atau bahkan suatu sarana baru untuk menunjang kesuburan.

Pencium bau pada sperma yang dikenali tim peneliti itu diidentifikasikan sebagai hOR17-4. Zat ini merupakan suatu kelompok protein yang dikenal sebagai pengenal bau (olfactory receptors), yang bertugas untuk mendeteksi aroma.

Meski banyak di antara kelompok protein ini ditemukan di hidung, beberapa di antaranya, semisal hOR17-4, ditemukan di seluruh bagian tubuh. Sebelumnya periset sudah tahu bahwa olfactory receptors juga terdapat di sperma, tapi apa kerjanya di tempat itu belum jelas diketahui.

Dalam penelitiannya, Spehr dan rekan memaparkan hOR17-4 pada berbagai zat kimia untuk mengetahui mana yang bisa membuat aktif protein itu. Dari situ mereka mendapati, dengan adanya subtansi yang disebut bourgeonal, sperma manusia menjadi aktif dan mulai bergerak ke arah sumber zat kimia tersebut.

Bourgeonal adalah suatu kandungan sintetis yang digunakan dalam industri parfum dan rasa-rasanya bukan zat yang dipakai tubuh untuk memandu sperma untuk menghampiri telur. “Kami tidak melihat molekul pada bourgeonal terdapat pula pada tubuh manusia, tapi sedang berusaha mempelajari susunannya. Siapa tahu ada yang ikut berperan di dalam saluran kelamin wanita,” tutur Spehr.

Untuk diketahui saja, menurut Spehr, periset telah menemukan antara 20 hingga 40 olfactory receptors yang seperti hOR17-4, terpusat di testikel. Namun, masih belum jelas apakah untuk mencapai sel telur semua sperma hanya menggunakan satu protein saja atau seluruhnya.

Dalam editorial mengomentari penelitian itu, Dr. Donner F. Babcock menuliskan bahwa bila benar sperma menggunakan penciuman untuk membuahi sel telur, ini akan bermanfaat bagi penanganan kasus ketidaksuburan. “Bukannya tidak mungkin sejumlah ketidaksuburan klinis disebabkan oleh rusaknya sinyal yang dipancarkan oleh sel telur. Atau bisa juga sperma salah menerjemahkan sinyal yang diterima,” kata Babcock.

Ditambahkan, pada masa mendatang, tes diagnostik yang dirancang untuk mendeteksi ketidaknormalan seperti itu bisa menjelaskan mengapa sejumlah orang tidak bisa hamil.(Kompas,Kamis, 10 Desember 2014)

Sperma yang Berkualitas

Selain mengetahui masa subur pasangan, calon ayah juga perlu mempersiapkan kualitas dan kuantitas benih dalam pembuahan karena kesuburan calon ayah sangat bergantung pada dua hal tersebut.
 
Agar disebut sebagai sel sperma berkualitas, setidaknya ada tiga kriteria yang harus dipenuhi:

1. Kuantitas

Seorang pria dianggap subur bila memiliki lebih dari 20 juta sperma per milimeter cairan mani. Meski begitu, menurut para ahli, memiliki sperma yang sehat (berkualitas) sama pentingnya dengan jumlah sperma yang diproduksi.

Dari berjuta-juta sel sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi, hanya 200 sel sperma yang bisa mencapai sel telur di tuba falopi (saluran indung telur). Dari jumlah ini, hanya satu sel sperma yang beruntung bisa membuahi sel telur.

2. Kualitas
Morfologi (bentuk dan struktur) sperma juga tak kalah pentingnya dalam menentukan keberhasilan pembuahan. Bila sepertiga dari jumlah sperma yang dihasilkan memiliki bentuk dan struktur yang normal maka kemungkinan terjadinya pembuahan juga makin tinggi.

Sperma yang normal memiliki bentuk kepala oval dan ekor panjang untuk mendorongnya maju dan berenang mencapai sel telur. Sperma yang bentuknya besar, kecil, lonjong, keriting, atau memiliki ekor dobel, lebih sulit membuahi sel telur.

3. Pergerakan
Untuk mencapai target, sperma harus mampu bergerak. Bila tidak bisa bergerak, bisa-bisa sperma malah akan terbawa cairan mani dan menjauhi sel telur. Agar bisa mencapai sel telur, sperma harus bergerak sendiri. Sel sperma harus gesit dan berenang sejauh beberapa inci untuk mencapai dan membuahi sel telur. Anda disebut subur bila minimal separuh sperma bergerak maju.

Lalu, apa saja yang perlu dilakukan agar sperma berada dalam performa terbaiknya?

- Minum multivitamin
Konsumsi multivitamin setiap hari bisa membantu memenuhi asupan tubuh akan selenium, zinc, dan asam folat, yang merupakan nutrisi penting untuk produksi sperma.

- Konsumsi buah dan sayur
Buah dan sayur sangat kaya akan antioksidan yang baik untuk meningkatkan kondisi sperma.

- Kurangi stres
Stres berpengaruh buruk pada hormon-hormon yang penting dalam produksi sperma. Stres juga jadi biang keladi menurunnya hasrat seksual.

- Olahraga teratur
Aktivitas fisik secara teratur akan membuat tubuh lebih sehat, termasuk juga kesehatan organ reproduksi. Tetapi, jangan berlebihan. Pria yang intensitas olahraganya berlebihan menunjukkan perubahan sementara pada kadar hormon dan menurunnya kualitas sperma.

- Jaga berat badan
Terlalu banyak atau terlalu sedikit lemak tubuh akan menganggu produksi hormon testoteron yang berakibat pada menurunnya jumlah sperma dan meningkatnya jumlah sperma yang abnormal. Selain itu, lemak berlebih juga bisa menganggu aliran darah ke testis.(Kompas,Sabtu, 5 September 2014)